Review Novel Geng Santri Kece (book 2) Karya Zahra As'ad
Judul: Geng Santri Kece (book 2)
Penulis: Zahra As'ad
Penerbit: LovRinz
Tahun terbit: Cetakan 5, 2023
Jumlah halaman: viii+240
ISBN: 978-623-446+342-2
Sesuai judulnya "Geng Santri Kece (book 2)", novel ini merupakan kelanjutan dari novel sebelumnya. Kelanjutan kisah persahabatan empat santri dengan kelebihannya masing-masing yang saling bermanfaat satu sama lain. Seperti yang dirasakan Fauzan untuk ketiga temannya, "Persahabatan karena Allah? Mereka yang yang saling menebar manfaat satu sama lain, saling mengingatkan di jalan Allah dikala iman sedang turun. Saling memapah bersama, bukan hanya dikala suka, namun juga duka. Persahabatan karena Allah? Mereka yang bersahabat karena-Nya, bukan karena harta, rupawan atau tahta. Mereka bersahabat karena ingin meniti jalan menuju-Nya."
Ustadz Aiman mempercayakan amanah kyai Adnan pada keempat santri untuk menyelamatkan pesantren yang sedang diambang kehancuran. Ada beberapa misi yang mereka pegang masing-masing, Fauzan dengan unit usaha pesantren, Faris dengan branding pesantren di media sosial, Fathur dengan skenario branding, dan Farhat dengan pembuatan web dan aplikasi yang menunjang pesantren.
Dibalik kesibukan ustadz Aiman dan keempat santri menjalankan misi, mereka tetap menjalankan tugas sebagai pengajar juga santri seperti lainnya. Ia menjelaskan bahwa manusia diciptakan dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing. Orang yang pintar bukan saja mereka yang jenius, tetapi mereka yang memiliki keahlian dan kelebihan namun memberikan manfaat pada sekitar dengan pondasi Qur'an dan juga Sunnah.
Salah satu project unit usaha yang dipegang fauzan adalah kebun pertanian yang bisa menyuplai kebutuhan makanan untuk para santri juga dijual pada masyarakat sekitar. Pada book 2 ini, project mereka sampai pada penawaran investasi dari perusahaan YB Ventures terkait produk sektor pertanian pesantren. Selain mereka, ada ustadzah Khalisha, putri dari kyai Adnan sebagai pengawas project dan Khayra sepupu dari Ustadzah Khalisha sebagai UX designer & researcher yang ikut membantu misi pesantren.
Ya, itulah sebagian kelebihan lagi dari novel karya Zahra As'ad ini. Novel ini menggambarkan bahwa seorang santri tidak hanya belajar agama saja, namun mereka juga bisa belajar tentang pelajaran umum sampai mengaplikasikannya. Santri bisa membuat dan mengurus project pertanian. Membuat aplikasi yang mencakup info pesantren, belajar agama dan Qur'an secara online, belanja sambil bersedekah sekaligus lewat aplikasi yang dibuat. Secara tidak langsung mereka menebar dakwah melalui perekonomian juga teknologi yang ada.
Komentar
Posting Komentar